Pada Agustus 2023, aku mengikuti kelas Personal Branding yang diadakan oleh Angga Fauzan. Kelas ini berfokus pada pembuatan produk digital, dengan tugas akhir menciptakan sebuah komunitas. Dari sinilah PSH Community lahir—pencapaian yang hingga kini sangat kubanggakan. Sebagai seseorang yang cenderung introvert, jarang berorganisasi, dan hanya memiliki sedikit teman, mendirikan komunitas adalah sesuatu yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.

Live Learn atau webinar yang diadakan PSH Community untuk pertama kalinya
Awal Berdirinya PSH Community
Mendirikan PSH Community memberikan pengalaman berharga. Aku bertemu banyak orang baru, membangun relasi, dan memperluas jaringan. Hal ini memompaku untuk terus bertumbuh. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama karena membuat komunitas melibatkan banyak interaksi dan membangun tim, hal yang jarang kulakukan sebelumnya.
Aku mulai mempertanyakan alasan atau why yang mendasari keberlanjutan komunitas ini. Setelah merenung, aku menemukannya: Salah duanya menjalankan PSH Community adalah cara untuk berkembang dan memberikan nilai bagi orang lain. Dengan penuh totalitas, aku menjalankan komunitas ini hingga Maret 2024, yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Perjalanan dan Pencapaian
Pada bulan Maret, muncul pertanyaan baru: apakah langkah untuk membuat media sosial komunitas ini adalah keputusan tepat? Dengan doa dan niat yang tulus, aku tetap melanjutkannya, menargetkan penyelesaian sebelum akhir Ramadan. Anehnya, semesta terasa mendukung—memberikan kemudahan dan solusi ketika rencana awal tidak berjalan lancar.
Selama perjalanan PSH Community, kami berhasil melaksanakan:
4 batch T30 Challange
5 webinar
Berbagai kegiatan lain yang bermanfaat.
Setiap batch memiliki tim yang bekerja selama satu bulan, sementara aku berperan sebagai Project Manager. Aku sendiri belum berani membentuk tim tetap, aku bersyukur atas kontribusi Kak Adi, Wahid, Adel, dan Mia yang memberikan warna indah bagi komunitas ini.

Pertemuan Offline: Isti, Barried, Dela, Bagus dan Dini
Keputusan
Setelah bulan Ramadan, aku mulai merasa bimbang. Apakah PSH Community harus dilanjutkan? Aku merasa belum menemukan alasan kuat untuk terus melangkah, terutama karena komunitas ini bukanlah bagian dari passion utamaku. Pada akhir Juli 2024, aku memutuskan untuk berhenti sementara guna merenungkan kembali tujuan sebenarnya dari komunitas ini.
Refleksi dan Harapan ke Depan
PSH Community adalah pengalaman berharga yang membantuku tumbuh dan belajar banyak hal baru. Meskipun saat ini komunitas ini tidak aktif, aku percaya perjalanan ini adalah bagian penting dari hidupku.
Jika suatu saat aku menemukan alasan yang kuat, mungkin PSH Community akan kembali dengan semangat baru. Untuk sekarang, aku bersyukur atas semua yang telah dicapai dan pelajaran yang didapat.
Share

Trending
Sed ut perspiciatis unde omnis iste..
Quis nostrud exercitation ullamco..
Incididunt ut labore et dolore magna aliqua..

About me

Hi there 👋 My name is Isti, and this is my blog. Some of my favorite things are Notion, Digital Marketing and writing :)

