Personal Boundaries

Apakah kamu pernah merasa kecewa? Merasa diperlakukan tidak baik oleh seseorang?

Kadang, dalam hubungan, baik itu hubungan pribadi atau profesional, kita mengalami situasi di mana orang lain memperlakukan kita dengan tidak baik. Hal ini bisa terjadi karena kita, secara sadar atau tidak, membiarkan mereka melewati batas-batas yang seharusnya kita tetapkan.

Aku teringat satu cuplikan dari Marshanda di podcast Denny Sumargo:

"Kegagalan suatu hubungan memiliki andil kesalahan yang sama, tidak mungkin salah sebelah. Misalnya, yang satu abusive, maka yang lain salahnya adalah mengizinkan pasangannya untuk terus bersikap abusive secara berulang. Dia membisakan pasangannya menjadi abuser."

Ucapan ini mengingatkan kita akan pentingnya menetapkan personal boundaries. Ketika seseorang tidak menetapkan batasan yang jelas, orang lain bisa merasa bebas melanggar batas-batas tersebut, termasuk melakukan tindakan yang menyakitkan.

Source: Unspalash

Apa Itu Personal Boundaries?

Personal boundaries adalah batasan yang kita buat untuk melindungi diri, baik secara fisik, emosional, maupun mental, saat berinteraksi dengan orang lain. Dengan batasan ini, kita bisa merasa lebih nyaman dan dihormati.

Beberapa jenis personal boundaries:

Material: Batasan soal berbagi barang atau uang.

Physical: Ruang pribadi atau sentuhan fisik.

Mental: Pikiran, opini, atau keyakinan.

Emotional: Menjaga perasaan dari hal yang menyakitkan.

Sexual: Kenyamanan dalam hubungan intim.

Spiritual: Nilai atau kepercayaan spiritual.

Kali ini, aku ingin membahas lebih dalam tentang emotional boundaries.

Apa Itu Emotional Boundaries?

Emotional boundaries adalah batasan yang melindungi perasaan kita. Ini membantu kita memahami apa yang membuat kita marah, sedih, atau tidak nyaman, dan bagaimana meresponsnya.

Contohnya, ketika seorang teman atau pasangan meminta kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan kita, kita bisa dengan tegas menolak tanpa merasa takut kehilangan hubungan tersebut.

Mengapa Emotional Boundaries Penting? "Dalam pekerjaan atau hubungan pribadi, batasan yang buruk menyebabkan kebencian, kemarahan, dan kelelahan.” Nelson (2016)

Batasan yang buruk membuat kita kehilangan kendali atas emosi kita. Kita mungkin merasa marah, terluka, atau bahkan kewalahan tanpa tahu bagaimana mengatasinya. Dengan menetapkan emotional boundaries yang jelas, kita memberikan pesan kepada orang lain tentang bagaimana kita ingin diperlakukan.

Hasilnya, hubungan yang terjalin menjadi lebih sehat dan saling menghargai. Kita pun merasa lebih nyaman karena kebutuhan emosional kita dipahami dan dihormati.

Dengan memahami dan menerapkan personal boundaries, khususnya emotional boundaries, kita bisa membangun hubungan yang lebih sehat dan bahagia. Ini bukan hanya tentang melindungi diri, tetapi juga menunjukkan rasa hormat kepada diri sendiri dan orang lain. Mau tau karya ku yang lain? klik ini

Yuk kita berteman social media ku di @hyeisti

Share

I'M Certified Impactful Writer Certified Impactful Writer

Trending

Sed ut perspiciatis unde omnis iste..

Quis nostrud exercitation ullamco..

Incididunt ut labore et dolore magna aliqua..

About me

Hi there 👋 My name is Isti, and this is my blog. Some of my favorite things are Notion, Digital Marketing and writing :)

Start working with me

Let’s have a virtual coffee and talk.

Want to chat first?

Chat with me via Instagram

All rights reserved © 2024 Blognya Isti

systeme.io