Tertarik dengan dunia digital marketing adalah sebuah perjalanan yang dimulai sekitar empat tahun lalu. Semuanya berawal ketika aku mengikuti bootcamp intensif digital marketing dari MySkill. Dari sana, rasa ingin tahuku terhadap bidang ini terus berkembang. Aku pun memperdalam ilmu lewat berbagai pelatihan, seperti Mini Course dari RevoU, bootcamp yang diadakan Kominfo, dan lainnya.
Ketertarikanku pada digital marketing sebenarnya berakar pada jurusan yang kupilih, Manajemen Pemasaran. Awalnya, keputusan mengambil jurusan itu tidak terlalu terencana—hanya karena rasanya cocok dan didukung oleh arahan orang tua. Namun, pemahamanku saat itu tentang pemasaran sangat terbatas; aku mengira pemasaran hanya soal sales dan aktivitas serupa. Hal ini tidak sejalan dengan kepribadianku, yang lebih suka bekerja di balik layar. Digital marketing akhirnya membuka sudut pandang baru—pemasaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, tanpa harus tampil langsung di depan orang banyak.
Namun, dalam dua tahun terakhir, aku mencoba keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih aktif menunjukkan diri. Meski begitu, ada rasa tidak nyaman, bahkan keraguan, apakah langkah ini benar. Mungkin aku lebih cocok tetap di “belakang layar,” tempat di mana aku merasa lebih percaya diri.
Dalam perjalanan mendalami digital marketing, aku menyadari bahwa bidang ini sangat luas. Ada banyak cabang yang bisa dieksplorasi, seperti SEO, social media, paid ads, hingga strategi organik. Kita pun dapat memilih salah satu yang paling sesuai untuk difokuskan. Karena aku adalah pengguna media sosial aktif (bahkan bisa dibilang cukup kecanduan), aku merasa tertarik mendalami pengelolaan media sosial. Hal ini membuatku mendaftar bootcamp Social Media Manager dari Tempat Belajar.
Namun, mengelola media sosial ternyata tidak sesederhana yang kubayangkan. Banyak aspek yang perlu dikuasai, seperti copywriting, content planning, social media analytics, hingga performance marketing. Semakin belajar, semakin aku sadar banyak hal yang belum aku tahu!

Source: unsplash
Dari semua itu, aku akhirnya memutuskan untuk fokus pada content planning. Alasannya? Membuat portofolio di bidang ini relatif mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya—bahkan bisa dimulai secara gratis.
Saat ini, aku merasa sangat cocok dengan platform seperti Twitter. Aku nyaman membuat thread menarik di sana dan ingin lebih memahami cara kerja Twitter marketing. Selain itu, aku juga mulai tertarik mempelajari SEO. Mengapa memilih Twitter dan SEO? Karena keduanya memungkinkan aku bekerja sangat di balik layar dibandingkan yang lain, sesuai dengan kepribadianku.
Twitter dan SEO juga relevan untuk membangun audiens dengan strategi digital yang efektif. Aku ingin mendalami bagaimana memanfaatkan keduanya untuk menciptakan dampak yang signifikan, baik bagi diriku sendiri maupun untuk brand yang aku kelola. Perjalananku di dunia digital marketing mungkin baru di awal, tapi aku yakin ini adalah bidang yang tepat untukku.
Mau tau karya ku yang lain? klik ini
Yuk kita berteman social media ku di @hyeisti
Share

Trending
Sed ut perspiciatis unde omnis iste..
Quis nostrud exercitation ullamco..
Incididunt ut labore et dolore magna aliqua..

About me

Hi there 👋 My name is Isti, and this is my blog. Some of my favorite things are Notion, Digital Marketing and writing :)

