Belajar Memahami Diri dan Hidup

Tahun ini aku resmi berusia 28 tahun.

Iya, aku sudah tidak muda lagi. Sebentar lagi aku akan memasuki kepala tiga. Kemarin, saat menaiki JakLingko, seorang ibu bertanya, "Mau ke mana, Dek? Lagi liburan ya? Kelas 1 atau 2?"

Aku hanya tersenyum dan menjawab, "Sudah lulus, Bu."

Lucunya, banyak yang masih mengira aku seusia anak sekolah. Mungkin karena tubuhku yang mungil. Tapi di sisi lain, hal itu mengingatkanku bahwa aku memang belum dewasa dan masih banyak hal yang perlu kupelajari untuk menjadi lebih dewasa.

Di usia 28 tahun ini, aku belajar banyak hal tentang diriku sendiri.

Aku mulai menyadari beberapa kekurangan yang selama ini kuabaikan, terutama dalam dua tahun terakhir. Meski periode tersebut penuh dengan pencapaian yang belum pernah kuraih sebelumnya, dimana aku menganggap diriku sebagai pribadi yang biasa saja (mediocre). Bahkan, aku menyadari bahwa aku belum sepenuhnya siap menerima hal itu dan masih sering membuat kesalahan.

1. Personal Boundaries

Aku pernah menulis tentang ini sebelumnya. Salah satu kelemahanku adalah sulit menjaga batasan pribadi. Aku sering merasa tidak enakan, sulit berkata tidak, dan terlalu sering mengorbankan diriku sendiri demi orang lain.

Akibatnya, aku kurang mencintai diriku seperti seharusnya. Hal ini membuat orang, meskipun tanpa sengaja, sering melewati batas-batas pribadiku. Pada akhirnya, aku sendiri yang kecewa.

2. Penampilan

Aku cenderung terlalu cuek soal penampilan. Padahal, penampilan yang rapi bisa meningkatkan rasa percaya diri dan membangun kepercayaan dari orang lain.

Penampilan yang baik juga membuat orang merasa lebih nyaman saat berinteraksi denganku. Hal ini sebenarnya sederhana, tetapi penting. Aku harus mulai lebih memperhatikannya.

3. Ketetapan Hati

Aku ingin memiliki hati yang tenang. Ketetapan hati sangat kubutuhkan untuk mengambil keputusan, menggapai impian, menghadapi masalah, serta berkomunikasi dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ketetapan hati adalah anugerah yang aku harap bisa kuraih agar kehidupanku terasa lebih damai dan terarah.

4. Memahami Value Diri

Memahami value diri adalah hal penting yang harus aku pelajari. Hal ini berarti tidak merasa terlalu rendah ataupun terlalu tinggi saat berkomunikasi dengan orang lain.

Value diri lebih kepada bagaimana kita menghargai diri sendiri—percaya bahwa kita cukup baik, layak disayangi, diperlakukan dengan baik, dan dihormati.

Dengan memahami value diri, kita bisa tahu bagaimana menempatkan diri saat bersosialisasi dan menemukan lingkungan yang tepat. Hal ini juga berkaitan erat dengan personal boundaries yang selama ini kurang kujaga dengan baik.

Menuju Versi Diri yang Lebih Baik

Mungkin masih banyak kekurangan yang aku miliki, tetapi empat hal ini menjadi fokus utamaku saat ini. Aku berharap di tahun 2025, aku bisa menjadi versi diriku yang lebih baik. Mau tau karya ku yang lain? klik ini

Yuk kita berteman social media ku di @hyeisti

Share

I'M Certified Impactful Writer Certified Impactful Writer

Trending

Sed ut perspiciatis unde omnis iste..

Quis nostrud exercitation ullamco..

Incididunt ut labore et dolore magna aliqua..

About me

Hi there 👋 My name is Isti, and this is my blog. Some of my favorite things are Notion, Digital Marketing and writing :)

Start working with me

Let’s have a virtual coffee and talk.

Want to chat first?

Chat with me via Instagram

All rights reserved © 2024 Blognya Isti

systeme.io